Tanaman Paku : Ciri-Ciri, Jenis, Manfaat beserta Gambar dan Penjelasan

Apakah Anda pernah mendengar tentang tanaman paku? Nah, tanaman ini adalah salah satu jenis tanaman yang sangat banyak di Indonesia dan tumbuh di berbagai tempat yang berbeda. Umumnya, jenis tanaman paku ini adalah tanaman yang dengan ciri memiliki batang, daun dan juga akar sejati.

Nah, media tumbuh tanaman/tumbuhan paku ini sangat beragam. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa tanaman paku bisa tumbuh di wilayah yang lembab, di atas permukaan tanah –misalnya merambat, di tepi tebing atau di bangunan yang tidak terawat, di sekitar wilayah air seperti danau dan sungai, di wilayah gunung berapi dan lainnya.

Dilihat dari media hidupnya, bisa dipastikan bahwa tumbuhan paku adalah jenis tanaman yang sangat mudah tumbuh dan seolah tidak terpengaruh faktor tempat. Tidak hanya di Indonesia, tanaman ini juga banyak tumbuh di belahan dunia yang lain.

cara hidup tanaman paku 

Perlu diketahui bahwa cara hidup dari tumbuhan paku juga sangat beragam. Ditemukan ada tumbuhan paku yang hidup secara saprofit ataupun secara epifit. Selain itu, mirip seperti lumut, tumbuhan paku ini juga mengalami metagenesis.

Namun, ada perbedaan yang cukup signifikan antara tumbuhan paku dengan lumut. Perbedaan yang dimaksud adalah bahwa pada tumbuhan paku, fase yang lebih dominan adalah fase sporofil. Sedangkan pada lumut, fase gametofit cenderung lebih dominan.

Fase tumbuh ini menunjukkan bahwa dalam pertumbuhannya, tumbuhan paku didominasi dengan pola perkembangbiakan dengan menggunakan spora. Nah, menariknya, bentuk dari tumbuhan paku ini sangat beragam. Beberapa diantaranya adalah berbentuk pohon, rerumputan serta berbentuk lain seperti tanduk rusa.

Ciri Umum Tanaman Paku

Ciri Umum Tanaman Paku
bukubiruku.com

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanaman paku, ada beberapa ciri umum yang perlu diketahui. Adapun beberapa ciri umum dari tanaman tersebut adalah sebagai berikut:

  • Cara hidup secara epifit dan saprofit
  • memiliki siklus hidup yang terdiri hanya dari dua generasi
  • Memiliki tinggi yang cukup bervariasi. Ada tumbuhan paku yang memiliki tinggi hanya sekitar 2 cm saja. Namun, ada juga yang memiliki tinggi 5 meter hingga 15 meter yang ditemukan pada jenis tanaman paku purba
  • Meskipun memiliki sifat akar serabut, namun tanaman ini memiliki jaringan pengangkut makanan yang sempurna
  • Tidak memiliki biji yang bisa digunakan untuk berkembang biak
  • Memiliki klorofil sehingga tanaman ini cenderung bersifat autotrof
  • Daun muda yang muncul pada tanaman ini cenderung menggulung dan pada bagian ujungnya akan melingkar
  • Pada umumnya, batangnya tidak terlihat. Hal ini dikarenakan akar tanaman ini terbenam di tanah sebagaimana rimpang
  • Akarnya cenderung bersifat serabut dengan adanya pelindung di bagian ujung akar
  • Memiliki batang, akar dan daun sejati. Hal ini berarti bahwa beberapa bagian dari tanaman paku tersebut bisa dibedakan dengan sangat jelas dan mudah.

Nah, beberapa poin di atas adalah ciri umum yang perlu diketahui. Dengan memahami beberapa ciri di atas, tentu saja Anda bisa mengetahui detail tentang tumbuhan paku.

Ragam Jenis Tanaman Paku

Ragam Jenis Tanaman Paku
duniaplant.blogspot.com

Sebagaimana disinggung di awal bahwa ada cukup banyak jenis tanaman paku yang hidup dan tumbuh baik di Indonesia ataupun belahan dunia lainnya. Nah, beberapa ragam tanaman paku tersebut tentu akan menambah khazanah tentang tanaman paku ini.

Adapun beberapa ragam jenis tanaman paku yang perlu diketahui yang tumbuh terutama di Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Subdivisi Psilopsida

Subdivisi psilopsida adalah salah satu jenis tanaman paku yang bisa dikatakan cukup sederhana. Kesederhanaan tanaman ini bisa dilihat dari struktur tanaman tersebut. Ya, dilihat dari struktur tubuhnya, subdivisi psilopsida hanya memiliki ranting yang bercabang. Dalam tanaman ini tidak ada daun dan akar.

Selain itu, subdivisi psilopsida memiliki bulu-bulu halus yang disebut sebagai akar semu. Nah, akar semu ini berfungsi untuk menyerap zat hara dan juga air. Jenis tanaman paku ini hanya memiliki dua genus di dunia dan tersebar di daerah dengan iklim tropis serta subtropis.

Perlu diketahui bahwa subdivisi psilopsida termasuk tanaman penghasil spora. Sayangnya, subdivisi psilopsida masuk dalam tumbuhan paku yang hampir punah karena keberadaannya yang susah ditemukan.

Adapun beberapa ciri dari subdivisi psilopsida adalah sebagai berikut:

  • Merupakan tanaman homo-spora
  • Memiliki daun mikrofil dengan batang yang memiliki klorofil
  • Tidak memiliki daun sejati
  • Hidup cenderung di daerah tropis dan juga subtropis
  • Umumnya telah punah dan diperkirakan hanya 10 hingga 13 jenis subdivisi psilopsida yang masih bertahan di dunia hingga saat ini.

2. Subdivisi Lycopsida

Subdivisi Lycopsida adalah jenis tanaman paku lainnya yang perlu diketahui. Nah, jenis tanaman paku ini adalah tanaman hetero-spora yang artinya bisa menghasilkan dua jenis spora, yaitu mikro-spora dan makro-spora. Subdivisi Lycopsida ini disebut juga sebagai tanaman paku rambut karena memiliki daun yang kecil.

Jenis tumbuhan paku ini cenderung hidup di daerah tropis dan termasuk yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Nah, Subdivisi Lycopsida juga masuk dalam jenis tanaman epifit yang artinya menumpang hidup pada tanaman lainnya.

Adapun beberapa ciri umum dari Subdivisi Lycopsida ini adalah sebagai berikut:

  • Subdivisi Lycopsida hidup di tanah ataupun menempel pada batang pohon lainnya
  • Memiliki dua jenis sporangium
  • Memiliki daun yang cenderung rapat dengan ukuran yang kecil-kecil
  • Subdivisi Lycopsida memiliki daun sejati, batang dan akar yang semuanya bisa dibedakan dengan cukup mudah.

3. Subdivisi Sphenopsida

Jenis tanaman paku lain yang perlu diketahui adalah Subdivisi Sphenopsida. Nah, jenis tanaman ini disebut juga sebagai tanaman paku ekor kuda. Tanaman ini cenderung hidup di daerah yang memiliki iklim subtropis. Rawa-rawa adalah media hidup yang paling baik bagi Subdivisi Sphenopsida.

Subdivisi Sphenopsida ini memiliki daun mikrofil dan termasuk generasi tanaman paku sporofil, di mana artinya adalah Subdivisi Sphenopsida mampu menghasilkan spora. Nah, apa yang menarik dari tanaman ini adalah batang tanaman yang cenderung memiliki rongga dan cukup keras.

Adapun beberapa ciri umum dari Subdivisi Sphenopsida adalah sebagai berikut:

  • Batang Subdivisi Sphenopsida tumbuh cenderung di atas permukaan tanah dan sebagian terbenam di bawah permukaan tanah seperti rimpang
  • Memiliki kandungan silika dalam jumlah yang banyak pada bagian batang
  • Subdivisi Sphenopsida bersifat hetero-spora
  • Tanaman ini cenderung lebih sering tumbuh di daerah yang berawan.

4. Subdivisi Pteropsida

Subdivisi Pteropsida disebut juga sebagai tanaman paku sejati. Nah, jenis tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia dan menjadi salah satu jenis tanaman yang seringkali dibudidayakan. Nama lain dari Subdivisi Pteropsida di Indonesia adalah tanaman pakis. Secara umum, tanaman jenis ini bisa tumbuh di daerah dengan iklim tropis dan subtropis.

Nah, dalam pola pertumbuhannya, Subdivisi Pteropsida memiliki daun sejati, batang dan juga akar yang bisa dibedakan dengan sangat jelas. Selain itu, daun dari Subdivisi Pteropsida ini cenderung lebih lebar dibandingkan dengan tumbuhan sejenis lainnya. Nah, daun muda yang tumbuh cenderung menggulung di bagian ujung.

Adapun beberapa ciri umum dari Subdivisi Pteropsida ini adalah sebagai berikut:

  • Memiliki batang yang tumbuh tegak ke atas dan sebagian lainnya terbenam di dalam tanah sebagaimana rimpang
  • Penyebaran spora ke berbagai daerah yang baru dari Subdivisi Pteropsida akan dibantu oleh angin
  • Subdivisi Pteropsida membutuhkan air sebagai sarana sperma bertemu dengan sel telur dalam proses fertilisasi
  • Subdivisi Pteropsida merupakan tanaman homo-spora di mana spora yang ada akan berkumpul dan terletak di bawah daun tanaman ini.

5. Tanaman Paku Berdaun Mikrofil

Jenis tanaman lainnya adalah tumbuhan paku yang memiliki dan mikrofil. Apa yang dimaksud dengan jenis tanaman ini adalah tumbuhan paku yang memiliki daun dengan ukuran yang cenderung kecil. Selain itu, tumbuhan paku dengan daun kecil ini cenderung mudah ditemukan di berbagai tempat yang berbeda.

Adapun beberapa ciri umum adalah sebagai berikut:

  • Biasanya tandengan daun mikrofil ini tidak memiliki diferensiasi sel
  • memiliki daun yang tidak bertulang
  • Struktur daun tanaman ini tidak memiliki tangkai
  • Memiliki bentuk daun unik seperti rambut atau sisik.

6. Tanaman Paku Berdaun Makrofit

Tanaman paku dengan daun makrofit adalah jenis yang memiliki ukuran daun yang cenderung besar-besar. Ini adalah biner dari jenis sebelumnya. Namun, seperti tumbuhan paku dengan daun mikro, jenis tanaman ini juga cukup mudah ditemukan dan tidak langka.

Adapun beberapa ciri umum dari jenis tumbuhan paku ini adalah sebagai berikut:

  • Memiliki ukuran daun yang cenderung lebih besar
  • Daunnya memiliki tangkai
  • Memiliki tulang di bagian daun serta daun yang dimiliki cenderung bercabang
  • Jenis tanaman ini memiliki diferensiasi sel.

7. Tanaman Paku Berdaun Tropofil

Jenis tumbuhan paku lain yang perlu diketahui adalah tumbuhan paku yang memiliki daun tropofil. Ini adalah daun yang menjadi media berlangsungnya fotosintesis atau pembuatan makanan. Daun tersebut akan mampu menyerap air dan menyalurkannya melalui stomata hingga nantinya akan terjadi fotosintesis dengan sempurna.

Dari proses fotosintesis ini maka akan dihasilkan zat makanan yang disebut juga dengan nama daun steril. Jenis tumbuhan paku ini memiliki fungsi yang cukup penting sebagai penunjang hidup tumbuhan lain. Oleh karena itu, jenis tumbuhan paku sering hidup dengan cara menumpang tanaman lainnya.

8. Tanaman Paku Berdaun Sporofil

Daun sporofil adalah jenis daun yang memiliki fungsi sebagai penghasil spora. Dalam hal ini, spora yang dihasilkan akan disimpan dalam kotak penyimpanan dengan sebutan sporangium Nah, sporangium ini biasanya akan terletak di bawah daun dan timbul dengan bentuk bintik berwarna kuning, cokelat atau kehitaman.

Aneka Manfaat Tanaman Paku

Aneka Manfaat Tanaman Paku
caratanam.com

Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari tumbuhan paku tersebut. Adapun beberapa manfaat dari aneka jenis tumbuhan paku tersebut adalah sebagai berikut.

  • Sebagai Tanaman Hias

Salah satu manfaat dari tanaman ini adalah sebagai tanaman hias. Ya, tampilannya yang indah cocok untuk membuat suasana rumah Anda menjadi lebih berwarna dan menarik.

Ada beberapa jenis tumbuhan paku yang bisa digunakan untuk menjadi tanaman hias. Beberapa diantaranya adalah seperti paku tanduk rusa, paku sarang burung dan juga suplir. Anda bisa melihat detail jenis tumbuhan paku dan memilih mana yang cocok untuk menghiasi rumah Anda.

  • Sebagai Penghasil Obat-Obatan

Beberapa jenis tumbuhan paku bisa diandalkan untuk menghasilkan obat-obatan dengan fungsi yang tertentu. Dengan fungsi ini, jenis tumbuhan paku bisa diandalkan sebagai obat alternatif. Adapun beberapa tumbuhan paku yang bisa digunakan untuk obat adalah paku ekor kuda, semanggi dan juga paku tanduk rusa.

  • Sebagai Alternatif Sayuran

Manfaat lain dari aneka tumbuhan paku adalah sebagai sayuran. Ini adalah fungsi yang unik. Jenis tumbuhan paku yang bisa dijadikan alternative sayuran adalah jenis semanggi dan juga paku sampan. Dalam penggunaannya, daun yang digunakan untuk sayuran adalah daun tumbuhan paku yang masih muda.

  • Sebagai Salah Satu Bahan yang Digunakan untuk Membuat Karangan Bunga

Jenis tumbuhan paku juga bisa dijadikan bahan guna membuat karangan bunga karena memiliki tampilan yang menarik.

Dengan tumbuhan paku, maka hasil karangan bunga yang dirangkai akan menjadi lebih indah. Nah, salah satu jenis tumbuhan paku yang sering digunakan sebagai bahan karangan bunga yang elok adalah paku kawat.

Nah, demikian beberapa ulasan tentang beragam jenis tumbuhan paku dan beberapa informasi terkait lainnya. Tentu, tanaman/tumbuhan paku tidak selamanya menjadi hama dan bisa dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan tertentu. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: