Contoh Karya Tulis Ilmiah

Contoh Karya Tulis IlmiahPenulisan karya tulis ilmiah tentu sudah tidak asing bagi yang terjun di dunia akademik. Karya tulis ilmiah menjadi bentuk nyata dalam pelaporan hasil penelitian yang telah dilakukan. Beragam contoh karya tulis ilmiah dapat dilihat di perpustakaan, terutama di universitas, sebab karya tulis ilmiah menjadi salah satu syarat wajib seorang mahasiswa.

Penyusunan karya tulis ilmiah tidak bisa dilakukan dengan asal. Ada sebuah sistematika penulisan terstruktur yang harus dipatuhi dalam penulisan karya tulis ilmiah. Biasanya, pelajaran tentang sistematika penulisan karya tulis ilmiah tidak diajarkan secara langsung di kelas-kelas. Baik mahasiswa atau peneliti dapat melihat beberapa karya tulis ilmiah yang sudah diunggah ke internet.


Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah lahir dari sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti terutama di bidang akademik. Penelitian ilmiah yang sudah dilakukan harus ditulis dan dipublikasikan sehingga dapat menjadi pertimbangan dan acuan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Pembuatan laporan tertulis dari sebuah penelitian ilmiah inilah yang kemudian disebut sebagai karya tulis ilmiah.

Mempelajari contoh karya tulis ilmiah ini menjadi hal yang sangat penting bagi peneliti. Karya tulis ilmiah seorang peneliti juga menjadi acuan bagi peneliti lainnya dalam melakukan penelitian. Sementara di ranah mahasiswa, karya tulis ilmiah menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi agar bisa lulus.


Tujuan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Tujuan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Pembuatan karya tulis ilmiah tidak hanya sebatas untuk laporan dan formalitas semata. Namun, pembuatan karya tulis ilmiah ini memiliki tujuan yang lebih dari itu. Di Universitas, untuk setingkat mahasiswa, penulisan karya tulis ilmiah akan menumbuhkan semangat penelitian sebagai bagian dari bidang akademik. Mahasiswa bisa menyumbangkan pemikiran kritisnya secara ilmiah.

Penulisan karya tulis ilmiah juga akan mendorong setiap orang untuk belajar menyampaikan hasil pemikiran dan penelitian dalam bentuk tulisan yang sistematis. Karya tulis ilmiah juga bertujuan sebagai media bagi para peneliti untuk menunjukkan potensi yang dimiliki. Di area yang lebih luas, penulisan karya tulis ilmiah juga menunjukkan kualitas riset suatu negara.


Manfaat Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Manfaat Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Menulis karya tulis ilmiah juga memberikan manfaat yang sangat banyak, baik sebagai penulis maupun sebagai pembaca. Sebagai pembaca, dengan adanya karya tulis ilmiah tentu saja akan menambah pengetahuan. Sementara bagi penulis, penulisan karya tulis ilmiah ini bermanfaat sebagai acuan bagi peneliti lainnya dalam membuat karya tulis ilmiah yang memiliki keterkaitan.

Karya tulis ilmiah juga sangat bermanfaat untuk mengembangkan pola pikir yang sistematis dengan berdasarkan pada data-data ilmiah. Pola pikir yang sistematis ini sangat berguna di kehidupan sehari-hari. Bagi para mahasiswa, membuat penelitian ilmiah dan menuliskannya dalam karya tulis ilmiah akan melatih mereka bagaimana cara melakukan penelitian dengan metode yang benar.


Sistematika Penulisan Contoh Karya Tulis Ilmiah

Sistematika Penulisan Contoh Karya Tulis Ilmiah

Membuat karya tulis ilmiah memang tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan sistematika yang ada. Banyak sekali contoh karya tulis ilmiah yang bisa ditemui di perpustakaan kampus, instansi, atau internet untuk melihat format karya tulis ilmiah. Namun secara garis besar, karya tulis ilmiah memiliki sistematika seperti berikut ini:

1. Halaman Pembuka, Judul, Daftar Isi, dan Abstrak

Bagian pembuka dari karya tulis ilmiah adalah bagian halaman pembuka. Halaman pembuka ini terdiri dari halaman judul, daftar isi, dan abstrak. Halaman judul berisikan judul karya tulis ilmiah dengan nama penulis dan instansi tempat penulis tersebut. Menulis judul juga harus sesuai dengan kaidah yang berlaku pada PUEBI.

Kemudian dilanjutkan dengan halaman pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi karya tulis ilmiah. Setelah daftar isi bisa ditambahkan dengan daftar tabel dan daftar gambar jika diperlukan. Bagian selanjutnya adalah abstrak. Pada bagian abstrak berisikan uraian singkat tentang keseluruhan penelitian dan ditulis dalam dua bahasa serta ditambahkan dengan kata kuncinya.

2. Latar Belakang Masalah

Memasuki bagian pertama karya tulis ilmiah, adalah bagian latar belakang masalah. Pada bagian latar belakang masalah dijelaskan terkait alasan pengambilan tema dan judul penelitian. Jika diperlukan juga bisa ditambahkan dengan sedikit teori atau beberapa penelitian yang sudah dilakukan. Di sinilah pentingnya penulisan karya tulis ilmiah karena menjadi acuan bagi peneliti lainnya.

Isi latar belakang masalah sebaiknya cukup satu atau dua halaman saja yang terpenting adalah padat dan berisi. Pada bagian latar belakang masalah juga dijelaskan perihal solusi yang ditawarkan berdasarkan pengembangan dari penelitian terdahulu. Permasalahan yang diangkat juga harus faktual dan aktual dan bisa diselesaikan dengan penelitian ilmiah.

3. Rumusan Masalah

Dalam karya tulis ilmiah, perlu juga dicantumkan tentang rumusan masalah. Rumusan masalah ini menjelaskan tentang inti dari permasalahan pada penelitian yang akan dilakukan. Bagian rumusan masalah ini perlu identifikasi permasalahan atau kebutuhan yang mendalam dan bagaimana pendekatan penyelesaiannya. Agar dapat melakukan identifikasi yang tepat, perlu berdiskusi lebih lanjut dengan pembimbing.

Identifikasi permasalahan ini perlu karena tidak selamanya apa yang menjadi permasalahan, ternyata bukan sebagai permasalahan utama. Karena tujuan dari diadakan penelitian adalah menyelesaikan permasalahan utama, maka identifikasi ini dilakukan untuk membedah apa saja permasalahan utama yang harus diselesaikan. Dengan mampu mengidentifikasi dengan tepat masalah yang ada, akan dihasilkan penyelesaian yang tepat pula.

4. Tujuan Penelitian

Setelah melakukan identifikasi permasalahan yang tepat, maka akan muncul beberapa solusi tentang penyelesaian masalah. Solusi ini yang kemudian disebut dengan tujuan penelitian. Tujuan penelitian berisi rangkaian uraian yang akan dicapai dengan melakukan penelitian tersebut. Biasanya, dalam beberapa penulisan contoh karya tulis ilmiah, bagian tujuan ini dituliskan dengan poin-poin.

Masih pada bagian tujuan, dapat juga ditambahkan dengan batasan masalah. Batasan masalah harus ada agar penelitian yang dilakukan tidak melebar. Dengan memfokuskan batasan masalah, tujuan penelitian juga bisa dicapai. Memberikan batasan masalah bukan berarti menyederhanakan masalah yang akan diselesaikan. Melain agar lebih memfokusikan pada masalah sehingga penelitian tidak terlalu luas.

5. Manfaat Penelitian

Bagian terakhir dari bab pertama karya tulis ilmiah ialah manfaat penelitian. Pada bagian manfaat penelitian diuraikan apa saja manfaat yang bisa diperoleh setelah penelitian dilaksanakan. Dapat juga ditambahkan harapan terhadap penelitian selanjutnya yang masih berkaitan dengan penelitian yang sedang dijalankan. Manfaat penelitian ini dapat juga menjelaskan apa saja keunggulan dari penelitian.

Beberapa contoh karya tulis ilmiah yang ada menuliskan manfaat penelitian dalam bentuk butir-butir seperti pada tujuan. Hal ini bukan menjadi aturan yang baku karena beberapa instansi tidak mewajibkan penulisan poin-poin pada bagian manfaat penelitian. Yang patut menjadi perhatian adalah seringkali banyak yang keliru antara manfaat penelitian dan tujuan penelitian.

6. Dasar Teori

Memasuki bab kedua dari karya tulis ilmiah, diawali dengan dasar teori atau pada sebagian contoh karya tulis ilmiah dituliskan dengan landasan teori. Bagian dasar teori berisikan penjabaran dan pendekatan secara teoritis terkait penyelesaian permasalahan sehingga bisa mencapai tujuan penelitian. Peran dasar teori adalah sebagai penjembatan antara permasalahan dan tujuan penelitian.

Pada bagian dasar teori berisikan dengan teori-teori yang ada dari buku sehingga terdiri dari rumus atau penjelasan ilmiah yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Bisa juga berisikan literatur-literatur pembanding dari teori-teori yang digunakan. Adanya dasar teori ini dapat membantu untuk menganalisis permasalahan sehingga dapat memberi sedikit gambaran untuk mencapai tujuan penelitian.

7. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah serangkaian cara yang dilakukan dalam melakukan penelitian sebelum menuliskannya ke dalam karya tulis ilmiah. Cara atau metode dalam penelitian ada beberapa macam, beberapa di antaranya adalah dengan teknik empiris menggunakan percobaan di laboratorium atau menggunakan angket dan wawancara. Bisa juga dengan melakukan studi pustaka dari berbagai tulisan.

Pada bagian metode penelitian juga ditambahkan dengan pengujian data. Pengujian data ini berguna untuk menganalisis data yang didapatkan saat penelitian. Untuk melakukan pengujian data bisa menggunakan beragam perangkat atau metode statistika. Metode penelitian juga berisikan dengan cara-cara yang digunakan untuk mendapatkan dan mengolah data yang didapatkan.

8. Hipotesis Penelitian

Beberapa contoh karya tulis ilmiah tidak mencantumkan hipotesis penelitian di dalamnya. Namun sebetulnya, hipotesis penelitian ini juga penting dalam penulisan karya tulis ilmiah. Bagian hipotesis penelitian secara sederhana dapat menggambarkan hasil penelitian berdasarkan metode penelitian yang dilakukan dan dibandingkan dengan dasar teori. Meski begitu, hipotesis ini juga masih perlu diuji.

Pengujian hipotesis ini biasanya dilakukan dengan menggunakan beragam metode statistik. Untuk melakukan pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menentukan parameter apa saja yang akan diuji. Hasil pengujian dilakukan dengan menggunakan statistik yang tepat sehingga bisa dibuktikan apakah hipotesis tersebut ditolak atau diterima.

9. Pembahasan Hasil Penelitian

Pada bab ketiga dari karya tulis ilmiah adalah pembahasan hasil penelitian.. Bagian pembahasan membahas tentang hasil penelitian yang sudah dilakukan. Tidak hanya itu, hasil penelitian itu kemudian dibahas dengan memberikan penjelasan tentang bagaimana hasil penelitian kemudian mengarah pada kesimpulan yang bisa diambil.

Untuk melakukan pembahasan terhadap hasil penelitian, tentu saja dibutuhkan teori yang kuat sehingga bisa menjelaskan tentang fenomena yang terjadi dari hasil penelitian yang didapatkan. Selain itu pembahasan juga bisa dilakukan dengan melakukan perbandingan terhadap dasar teori yang ada dan ditulis di bab ketiga sebelumnya.

10. Kesimpulan Dan Saran

Bab berikutnya adalah bab kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan. Pada bab ini berisikan dengan beberapa pernyataan singkat dan tepat terkait dengan hasil dari pembahasan penelitian yang dilakukan. Bab kesimpulan merupakan bagian dari pemikiran penulis karya tulis ilmiah berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian. Sehingga kesimpulan menunjukkan pemahaman peneliti.

Bagian kesimpulan dan saran juga bisa mencakup evaluasi terhadap penelitian yang dilakukan. Karena tidak menutup kemungkinan penelitian yang dilakukan memiliki kelemahan dalam beberapa hal. Sehingga perbaikan-perbaikan pada penelitian ini dapat disertakan pada penelitian selanjutnya melalui bagian saran. Saran-saran yang diberikan juga tidak boleh asal dan harus benar-benar sesuai dengan penelitian.

11. Daftar Pustaka Dan Lampiran

Bagian paling akhir dalam karya tulis ilmiah adalah daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka memuat serangkaian pustaka atau tulisan yang menjadi acuan dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Ada beberapa versi sistematika penulisan daftar pustaka yang bisa digunakan dalam karya tulis ilmiah. Sehingga perlu dipelajari sistematika yang tepat dalam penulisan daftar pustaka.

Agar dapat mengetahui seperti apa sistematika yang tepat, sangat dianjurkan untuk melihat karya tulis ilmiah yang ada di perpustakaan. Contoh karya tulis ilmiah yang ada di perpustakaan pastilah menggunakan format daftar pustaka yang diakui di instansi atau universitas tersebut. Sebelumnya, pemilihan pustaka sebagai acuan harus berasal dari sumber yang terpercaya.


Contoh Karya Tulis Ilmiah

Contoh Karya Tulis Ilmiah

Agar lebih memahami tentang sistematika penulisan karya tulis ilmiah, berikut ini adalah contoh beberapa karya tulis ilmiah yang bisa dijadikan acuan dalam penulisan. Namun, akan lebih baik jika mempelajari sistematika karya tulis ilmiah yang diakui di instansi tempat peneliti melakukan penelitian. Contoh karya tulis ilmiah yang bisa dijadikan acuan di antaranya:

1. Contoh Karya Tulis Ilmiah Tentang Pengganti Plastik

Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

Penggunaan plastik di seluruh dunia akhir-akhir ini sudah bisa dibilang telah melampaui batas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya berita tentang tumpukan sampah plastik yang ada di berbagai tempat. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang tidak bisa terurai dalam waktu dekat. Bentuknya yang transparan juga membahayakan terutama bagi hewan-hewan laut yang menganggapnya sebagai makanan. Melihat begitu berbahayanya plastik bagi lingkungan, maka perlu adanya sebuah penelitian yang membahas tentang alternatif penggunaan plastik. Penelitian ini menjadi pembuka agar dapat diteruskan untuk meneliti tentang penggunaan besek dari bambu sebagai alternatif pengganti plastik.

2. Rumusan Masalah

Beberapa permasalahan yang dapat dirumuskan antara lain:

Apakah besek dari bambu layak digunakan sebagai pengganti plastik?

3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat kelayakan besek dari bambu sebagai pengganti plastik.

Agar dapat memfokuskan penelitian, penulis memberikan batasan masalah yakni besek yang digunakan adalah besek yang terbuat dari bambu dan berasal dari daerah Bantul dan mudah didapatkan di pasaran.

4. Manfaat Penelitian

Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi pelopor bagi penelitian berikutnya dengan variasi yang lebih banyak seperti jenis bambu yang cocok untuk dijadikan besek.

Bab II Dasar Teori

Bambu adalah tanaman yang banyak ditemui di seluruh Indonesia. Populasinya yang sangat banyak ini membuat bambu memiliki keunggulan yakni mudah ditemukan di mana saja. Tanaman bambu hingga saat ini tumbuh liar. Meski begitu, tanaman bambu ini sudah banyak dijadikan kerajinan-kerajinan menarik dan bernilai ekonomis tinggi. Pengolahan bambu juga tidak membutuhkan teknologi canggih.

Bab III Metode Penelitian

Agar dapat melakukan penelitian, metode yang digunakan penulis adalah dengan membuat anyaman dari bambu dengan pisau berbentuk seperti keranjang. Keranjang bambu tersebut dilakukan uji kekuatan untuk melihat seberapa kuat bambu tersebut. Kemudian melakukan analisis dan pembahasan data hasil uji kekuatan bambu. Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: bambu, pisau ukuran besar, mesin penguji kekuatan bambu.

Bab IV Pembahasan

Salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang dapat dilihat secara nyata adalah penggunaan plastik yang berlebihan. Plastik memiliki kelebihan yakni harganya yang murah dan memiliki kekuatan yang baik. Namun sayangnya, plastik memberikan efek buruk bagi lingkungan karena susah terurai oleh alam. Berkebalikan dengan bambu yang lebih mudah terurai oleh lingkungan.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa bambu memiliki kekuatan yang baik untuk menjadi kantong. Bahkan bambu memiliki kekuatan yang lebih baik dari beberapa jenis plastik lainnya. Semakin kuat bambu, maka semakin potensial sebagai pengganti kantong plastik yang ramah lingkungan. Namun, daya tahan bambu dari Bantul ini kurang begitu bagus. Bambu dari Bantul ini hanya bisa bertahan selama satu bulan. Sehingga berpotensi menguras biaya yang lebih banyak karena digunakan untuk membeli keranjang terus-menerus.

Bab V Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Penelitian tentang penggunaan besek dari bambu sebagai alternatif pengganti plasti telah dilakukan. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil yakni bambu memiliki nilai kekuatan yang lebih baik dari plastik. Bambu juga lebih mudah terurai dibanding plastik. Namun, bambu memiliki kekurangan karena tidak ringkas.

2. Saran

Agar besek dari bambu dapat dijadikan sebagai pengganti plastik, penulis memiliki beberapa saran untuk penelitian selanjutnya, yaitu menggunakan bambu jenis lain yang lebih ringan. Menambahkan bahan kimia ramah lingkungan sebagai pelapis bambu juga bisa dilakukan agar bambu lebih tahan lama.

Daftar Pustaka

[1] W. E. Laksmi. “ Studi Perbedaan Jenis dan Kekuatan Plastik”. Jurnal Penelitian. Yogyakarta. 2005

[2] P. A. Yusuf, Iqbal Muhammad, dkk. Pemanfaatan Besek Bambu Bernilai Ekonomis Tinggi. Jurnal Penelitian. Bandung. 2001

2. Contoh Karya Tulis Ilmiah Tentang Peningkatan Daya Tahan Tubuh Dengan Bersepeda

Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

Pada usia di atas tiga puluh tahun, biasanya seseorang mulai mengalami penurunan tingkat kebugaran jasmani. Hal ini dapat disebabkan karena kekuatan otot-otot jasmaninya yang mulai menurun. Ditambah pola kesehatan yang buruk menjadi pemicu penurunan tingkat kebugaran jasmani seseorang. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah penelitian tentang aktivitas fisik yang cocok untuk mencegah penurunan tingkat kebugaran jasmani pada manusia berusia di atas tiga puluh tahun.

2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah, rumusan masalah yang muncul adalah sebagai berikut:

  • Bagaimana mencegah penurunan tingkat kebugaran fisik manusia di usia tiga puluh tahun?
  • Bagaimana pengaruh bersepeda dalam peningkatan tingkat kebugaran fisik manusia?

3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari melakukan penelitian ini antara lain :

  • Mengetahui cara pencegahan penurunan tingkat kebugaran fisik manusia
  • Mengetahui pengaruh bersepeda dalam peningkatan fisik manusia

Agar penelitian ini tidak semakin melebar, batasan pada penelitian ini antara lain:

  • Manusia yang menjadi sumber penelitian ini adalah manusia dengan usia minimal tiga puluh tahun.
  • Aktivitas fisik yang menjadi acuan adalah kegiatan bersepeda secara rutin.

4. Manfaat Penelitian

Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya sehingga didapatkan variasi yang lebih luas seperti lama aktivitas fisik bersepeda yang dianjurkan. Dengan adanya informasi tersebut dapat dijadikan rujukan dan saran kesehatan untuk manusia berusia di atas tiga puluh tahun.

Bab II Dasar Teori

Kegiatan bersepeda sudah tidak asing lagi bagi manusia. Dengan melakukan kegiatan bersepeda selama empat jam setiap minggunya mampu membakar kalori yang cukup banyak. Selain berenang, bersepeda juga menjadi aktivitas yang menggerakkan setiap otot yang ada dalam tubuh. Manfaat lain yang bisa didapatkan dari bersepeda adalah pikiran yang lebih jernih. Pada kegiatan bersepeda juga dapat melancarkan peredaran darah ke otak.

Bab III Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan subyek manusia berusia minimal tiga puluh tahun. Selain itu juga penelitian ini menggunakan metode angket untuk kemudian dilakukan pembahasan dengan statistika. Penelitian ini menggunakan metode analysis of variance untuk menguji hipotesis.

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Dari hasil penelitian dengan metode wawancara pada sepuluh manusia di atas tiga puluh tahun, telah terjadi penurunan daya tahan fisik. Salah satu cirinya adalah mudah lelah dan lebih cepat stres. Dari sepuluh orang yang diwawancara, delapan di antaranya memilih aktivitas bersepeda sebagai kegiatan fisik untuk berolahraga. Semuanya beranggapan bahwa tubuh mereka lebih bugar setelah bersepeda. Lima di antaranya beranggapan bahwa bersepeda dapat menyegarkan pikiran setelah bekerja penuh selama satu minggu.

Bab V Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Penelitian tentang manfaat bersepeda dalam peningkatan daya tahan fisik telah dilakukan. Pengujian dilakukan terhadap sepuluh orang dengan usia beragam dengan usia paling muda adalah tiga puluh lima tahun. Kesimpulan yang didapatkan adalah:

  • Terjadi penurunan daya tahan fisik ketika memasuki usia tiga puluh tahun.
  • Bersepeda dapat menjadi aktivitas yang dapat meningkatkan daya tahan fisik bagi orang dengan usia di atas tiga puluh tahun.

2. Saran

Melalui pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat diketahui perbandingan bersepeda dengan aktivitas fisik lainnya seperti jogging atau berenang. Sehingga pada akhirnya dapat dibuat sebuah saran kesehatan yang bisa disampaikan pada manusia untuk terus menjaga kesehatan fisiknya.

Daftar Pustaka

[1] Abdi, Muhammad. Pengaruh Bersepeda pada Kesegaran Pikiran. Jurnal penelitian. Jakarta. 2013

3. Contoh Karya Tulis Ilmiah Pengaruh Rokok Pada Kesehatan Anak

Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah

Rokok berasal dari tembakau yang dikeringkan kemudian dibungkus dengan kertas rokok. Penjualan rokok terus meroket hingga sekarang karena kebutuhan dari masyarakat akan konsumsi rokok terus meningkat. Semakin banyak masyarakat Indonesia yang merokok, tidak peduli usia. Bahkan beberapa anak kecil sudah mulai belajar merokok. Padahal rokok memiliki kandungan nikotin yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya penelitian yang meneliti tentang pengaruh buruk rokok bagi kesehatan terutama untuk anak.

2. Rumusan Masalah

Dari penjelasan tentang latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah bagaimana pengaruh rokok terhadap kesehatan anak?

3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh rokok terhadap kesehatan anak. Agar tujuan dapat tercapai, perlu dilakukan pembatasan sehingga penelitian tidak melebar. Batasan masalah pada penelitian kali ini adalah menggunakan anak pada usia di bawah lima belas tahun yang sudah merokok lebih dari dua tahun.

4. Manfaat Penelitian

Ke depannya diharapkan setelah dilakukan penelitian lanjutan, dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk kampanye pelarangan rokok pada usia anak kurang dari lima belas tahun.

Bab II Dasar Teori

Kandungan nikotin yang terdapat pada rokok telah diketahui memiliki banyak efek negatif bagi kesehatan. Salah satu dampak nikotin yang terdapat pada rokok bagi kesehatan adalah dapat merusak dan menyebabkan kanker paru-paru. Asap rokok yang terhirup juga mengandung zat yang dapat menghalangi oksigen masuk ke dalam darah sehingga berpotensi mengurangi aliran oksigen ke otak.

Bab III Hasil dan Pembahasan

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kandungan nikotin yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan beberapa kerusakan yang cukup parah. Hal ini dapat berdampak buruk pada anak karena memiliki daya imunitas yang lebih rendah dibanding orang dewasa. Sehingga potensi anak untuk terkena penyakit akibat merokok jauh lebih besar dibanding orang dewasa.

Bab IV Kesimpulan

Penelitian tentang pengaruh kandungan nikotin terhadap tubuh anak sudah dilakukan. Dari penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kandungan nikotin sangat berbahaya terutama bagi anak-anak karena anak-anak masih memilki daya imunitas yang cukup rendah.

Daftar Pustaka

[1] Sujatmiko, David. “Perbandingan Daya Tahan Tubuh Anak dengan Orang Dewasa”. Universitas Airlangga. Surabaya. 2014.

Sistematika penulisan karya tulis ilmiah bisa saja berbeda antara satu instansi dengan instansi lain meski perbedaan tersebut biasanya tidak signifikan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melihat contoh karya tulis ilmiah yang ada di perpustakaan masing-masing instansi. Penulisan karya tulis ilmiah ini sangat penting untuk perkembangan dunia ilmu pengetahuan.

Contoh Karya Tulis Ilmiah

Tinggalkan komentar